Unand Minta Kemristekdikti Cari Solusi Bidikmisi

Ilustrasi: eventsstyle

Ilustrasi: eventsstyle





PADANG – Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat terus berupaya dan meminta Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk mencarikan solusi terkait kurangnya kuota untuk program beasiswa Bidik Misi 2016.


“Kami telah mengirimkan surat laporan dan permintaan penambahan kuota tersebut kepada Kemristekdikti, namun hingga saat ini belum ada respons. Ada kemungkinan menunggu hingga penerimaan mahasiswa baru selesai,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unand Prof Hermansah, seperti dilansir Antara, Jumat (15/7/2016).


Menurut dia, adanya penambahan perguruan tinggi yang mendapat kuota Bidik Misi dengan jumlah masih sama dengan tahun lalu menjadikan jatah perguruan tinggi lain berkurang. Sebagai contoh, Unand hanya mendapat 490 jatah beasiswa Bidik Misi, sementara jumlah kuota penerima mencapai 1.500 orang lebih untuk dua sistem penerimaan mahasiswa baru yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).


Dengan begitu, bila jatah tersebut diteruskan tentunya akan ada lebih 1.000 orang yang tidak menerima beasiswa tersebut.


“Kami harapkan Kemristekdikti segera merespons surat tersebut, dan memberikan solusi atau cara untuk menanggulangi permasalahan kekurangan beasiswa itu,” tambahnya.


Untuk sementara, kata Hermansah, pihaknya melakukan verifikasi mendalam terhadap mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut. Hasilnya, ada beberapa mahasiswa yang sebenarnya memenuhi Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada level II dan II atau sekira Rp1 juta ke atas.


Meskipun demikian pihaknya belum melakukan tindakan apa pun dan tetap melaksanakan sesuai aturan yang ada.


“Sesuai kesepakatan yang diterima Bidik Misi melakukan verifikasi dan menunggu keputusan selanjutnya,” kata dia.


Saat ini baik mahasiswa Bidik Misi dan yang tidak sedang melaksanakan Bimbingan Aktivitas Kemahasiswaan dengan Tradisi Ilmiah (BAKTI) yang akan ditutup pada 13 Agustus 2016 mendatang. Selain itu dua minggu lagi, Unand juga akan menggelar ujian masuk kategori mandiri dengan mengambil kuota 30 persen dari jumlah mahasiswa yang ditargetkan tahun ini.


“Barulah setelah keseluruhan mahasiswa didapatkan, kami akan kembali intensif menghubungi pihak Kemenristek-Dikti kembali,” ujarnya.


Sementara itu salah satu mahasiswa Unand Fika Sri berharap tidak ada polemik di tataran kampus akibat permasalahan Bidik Misi tersebut. Menurutnya, saat ini isu mahalnya kuliah di perguruan tinggi masih mengemuka di masyarakat awam, keberadaan program Bidik Misi tentunya menjadi solusi permasalahan tersebut.


“Bila itu juga diusik, stigma kuliah mahal akan kembali mencuat, bukan tidak mungkin paradigma masyarakat yang sempat menguat terhadap perguruan tinggi kembali melemah,” tambahnya.